Microsoft Excel merupakan software yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia perhitungan, dikarenakan ketika menggunakan microsoft excel maka pekerjaan yang semula banyak dan ribet dalam hal perhitungan menjadi mudah dan cepat selesai dan keakuratan kebenaran dalam berhitung sudah bisa dipastikan benar. Kalau kemarin saya membahas tentang perkenalan operator matematika di microsoft excel. Maka pada kesempatan kali ini saya akan mengenalkan agan dengan tipe data yang digunakan pada microsoft excel. Bagi yang sudah mahir tentu hal ini sudah tidak berguna akan tetapi bagi orang yang baru mulai belajar excel hal ini sangat dibutuhkan dikarenakan ini adalah hal yang paling dasar dalam microsoft excel.
Didalam Microsoft excel ada yang namanya tipe data, tipe data pada microsoft excel dibagi menjadi 3 yaitu yaitu label, numerik dan formula. Untuk penjelasannya bisa agan baca dibawah ini:
1. Label
Atau string sering juga disebut sebagai alfanumerik. Data tersebut hanya menerangkan data numerik dan formula. Semua huruf dan simbul dimasukkan ke dalam data bertipe label, demikian juga halnya dengan angka yang tidak akan dihitung seperti nomor telepon.
2. Numerik
Data yang hanya terdiri dari angka-angka dalam berbagai bentuk dan format. Data tipe ini dapat dihitung, misalnya harga barang, nilai mahasiswa dan sebagainya.
3. Formula
Merupakan perintah untuk melakukan suatu perhitungan. Formula kurang lebih sama dengan rumus. Misalnya untuk menghitung omzet penjualan barang dan sebagainya.
Setelah mengenal apa yang namanya tipe data maka saya lanjutkan dengan pembahasan lain yaitu Rumus yang digunakan di microsoft excel. Ada beberapa rumus atau fungsi yang digunakan pada microsoft excel, diantaranya.
1. Sum
Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range tertentu. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1, number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan. Misalnya untuk menjumlahkan range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =SUM(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
2. Average
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =AVERAGE(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
=AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =AVERAGE(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
3. Max
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah :
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya untuk mencari nilai maksimal dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =MAX(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya untuk mencari nilai maksimal dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =MAX(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
4. Min
Fungsi Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil atau minimum dari sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah :
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =MIN(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =MIN(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
5. Count
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita pilih. Bentuk umum penulisannya adalah :
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =COUNT(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data A1 sampai A6, maka rumusnya adalah =COUNT(A1:A6) kemudian tekan tombol Enter.
6. IF
Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi
= Sama dengan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama dengan
>= Lebih besar atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan
Lambang Fungsi
= Sama dengan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama dengan
>= Lebih besar atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan
Semoga bermanfaat......................!!!!!!!!!
